6 Tempat Wisata Instagram-able di Malang

4:45:00 PM

Liburan ke Malang sebenarnya adalah dalam rangka menghabiskan cuti karena di bulan September ini gue resign, berhubung begitu melihat tabungan hanya cukup untuk liburan domestik. Cus, gue memutuskan ke Malang.

First impression gue di kota Apel itu, udaranya sejuk, kotanya gak hectic, makanannya enak serta barang-barangnya murah. Kali ini gue akan ngebahas tentang tempat wisata yang ngehits disana dan worth untuk kalian kunjungi.

Museum Angkut

Museum Angkut 
Ini museum gede banget! Pertama kali gue masuk gue pikir cuman sebatas indoor ternyata sampai outdoor dan dibagi menjadi beberapa section seperti Runway 27, Batavia Tempo Dulu, Gangster Town, Eropa, Buckingham Palace, Las Vegas, Hollywood dan berakhir di Pasar Apung. Museum Angkut ini baru buka jam 12.00 WIB – 20.00 WIB.

Batavia Tempo Doloe
Masuk ke Museum Angkut ada dua tipe tiket yaitu Rp60.000 (kalian gak bisa naik atau foto ke Runway 27) dan Rp 80.000 (bebas ada bonus Museum Topeng). 


Runway 27
Menurut gue sih dengan harga segitu itu worth it banget ya apalagi disini kalian bebas foto-foto sampai handphone panas. Jangan khawatir kebelet atau kehausan, karena di setiap sectionnya ada toilet umum dan kedai kecil. Di Museum Topeng, gue dapet tour guide dadakan, dan mas ini pun cara ngejelasinnya enak banget karena dia jayus abis (HAHAHA). 


Museum Topeng 

Di sini ada hampir ratusan topeng dan benda peninggalan sejarah lainnya dari seluruh penjuru Nusantara. Ternyata pada jaman dahulu topeng ada yang digunakan untuk ritual dan berbeda cara penggunaannya. 


Omah Kayu Paralayang

Pintu Masuk Omah Kayu Paralayang
Okey, karena Waze membuat gue tersesat sampai akhirnya nih tempat emang agak mendaki banget sih untuk mobil. But, anyway udaranya dingin dan bersih banget disana dan jalanannya pun kalau hujan pasti licin banget. 

Mama saya di rumah pohon
Ada sekitar 5 rumah pohon yang kita bisa naik untuk foto dan lihat pemandangan. Nah, di sini ada peraturan tertulis maksimal 6 (enam) orang yang boleh naik masing-masing rumah pohon. Untuk masuk kesini masih murah, sayangnya saya lupa harganya berapa tapi gak lebih dari Rp50.000

Pemandangan sebelum memasuki kawasan Omah Kayu

Museum Malang Tempoe Doeloe

Diorama Ken Arok

Museum ini terletak di tengah kota, dari depan bangunannya kecil dan sempit. Ternyata setelah dijajaki, ini luas banget... Museum ini menceritakan tentang sejarah Malang mulai dari jaman Singasari mulai dari Ken Arok dan Ken Dedes, sejarah penjajahan Belanda dan Jepang sampai Malang masa kini Museum ini sepi banget, gue agak sedikit parno sih apalagi ada diorama kerajaan Jawa dan gending Jawa. 

Presemian Tugu Alun Alun Malang
Masuk Museum ini hanya bayar Rp15.000/orang. Kalau kamu memang ingin belajar sejarah, gak ada salahnya untuk masuk ke museum ini karena memang museumnya termasuk museum yang interaktif. 

Diorama Ki Hajar Dewantara
Di museum ini juga menyediakan spot yang Instagram-able untuk kamu pencinta media sosial. The simple thing, drum yang dicat warna warni juga ditaruh sebagai hiasan di lobi depan.

Spot Instagram-able 

Batu Night Spectacular (BNS)


Pintu masuk BNS

Sebenarnya gue agak biasa aja sih ke BNS, karena pas gue masuk seperti tipikal permainan di dufan, tapi setelah gue masuk ke dalem, gue menemukan spot yang bagus yaitu Lampion Garden.


Salah satu jenis patung lampion
Basically, ini biasa aja, hanya tipikal kain yang dibentuk menyerupai sesuatu dan diberi lampu didalamnya. Tapi yang bikin gue salut adalah karena mereka mempunyai kreativitas yang tinggi sampai kepikiran untuk membuat lampion garden. Selain lampion garden, BNS juga mempunyai atraksi menarik lainnya salah satunya rumah hantu, gravity, mini roller coaster dan lainnya.

Baca juga: Setetes Embun Pagi Gunung Bromo

Taman Slamet

Sebenarnya taman ini terlihat biasa saja, hanya saja seperti taman pada umumnya. Namun, yang bikin taman ini banyak dikunjungi oleh para turis dan warga lokal Malang karena spot yang Instagram-able.
Salah satu spot yang IG-able

Uniknya taman ini memiliki ”terowongan” warna warni yang bisa digunakan buat foto dan sangat Instagram-able. Masuk ke sini gratis karena taman umum. 

Spot kedua di Taman Slamet

Sepertinya Taman Slamet ini lebih bagus ketika malam dengan ada beberapa efek cahaya dari lampu. Sayangnya, ketika saya mengunjungi taman ini sehabis hujan. Tapi, tetap bagus untuk foto media sosial kamu. 

Jatim Park 2 (Eco Green Park, Batu Secret Zoo dan Museum Satwa)


Museum Satwa
Mau gue acungin jempol nih tempat wisata yang ada di jatim Park 2. Bayangin aja tiketnya harganya Cuma Rp75.000 (Batu Secret Zoo, Museum Satwa dan Eco Green Park / Museum Bagong) sedangkan Rp 65.000 (Batu Secret Zoo dan Museum Satwa)


Batu Secret Zoo

Mama saya di Eco Green Park


Diorama Kapal Nabi Nuh
Yang menarik di sini adalah diorama yang dibuat semirip mungkin dan cocok banget untuk foto-foto. Dengan diorama yang interaktif biasanya anak-anak ataupun orang dewasa sekalipun betah berlama-lama di Batu Secret Zoo. 

Australian Camel

Di Museum Satwa, ada banyak fosil asli yang diawetkan serta yang palsu. Semua showcase para binatang dibuat mirip dengan habitat aslinya dengan menggunakan design yang menarik. Salah satu fosil yang paling mengaggumkan adalah fosil dinosaurus di bawah ini.

Fosil Dinosaurus

Karena pembahasan tentang trip Jatim Park 2 sedikit panjang gue akan bahas di postingan selanjutnya ya guys.


Prepare your backpack and go travelling! :)


You Might Also Like

1 comments

  1. wihhh mantep banget cici Lau artikelnya.
    Lumayan buat referensi itinerary ke Malang.

    ReplyDelete

Popular Posts

Share on Facebook

Subscribe